TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 7 Bahasa Indonesia

 

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 7 Bahasa Indonesia

Keadaan genting!

Akhirnya kita mulai masuk ke Inti cerita, beberapa chapter sebelumnya serasa seperti prologue. Mulai dari sini aku menobatkan Fio dan Alto sebagai salah satu MC terbaik yang pernah ku temui. Entah kenapa mereka benar-benar tampak seperti manusia sungguhan. Pembangunan karakter yang dilakukan Authornya sungguh keren... dan khuarap kalian masih mau bertahan dengan Translasiku yang cukup hancur ini ;-;

--------------------------------------------------------------------------

Aku terbangun dari mimpi buruk yang mengerikan, dan sekarang ketakutan. Aku menyadari tembok peyot kabin yang sedang kugunakan untuk bersitirahat. Saat ini aku hanya memakai pakaian dalam yang biasanya. Ada angin yang masuk melalui jendela dan suara burung gagak dari luar kabin.

 

Sekarang sudah tengah malam. Pakaian penyihir putih yang telah kugunakan sejak pagi sedang dijemur. Aku perlu mencucinya karena ada darah berwarna biru tua dari iblis disekujur bajuku. Jadi aku dengan enggan melepaskannya dan menmamai sihir air sederhana untuk membersihkannya, dan kemudian mengaitkannya pada dinding supaya bisa mengering.

 

Aku tidak berbakat dengan sihir api. Jadi aku tidak bisa mengeringkannya dengan cepat. Ray memiliki kecocokan dengan semua jenis sihir, jadi sekarang aku cukup iri padanya.

 

Ada seseorang yang aku kenal di lantai kabin bersamaku. Aku duduk dengan lengan melingkari kaki dan secara reflek menutup mataku dan menghadap kebawa, mencoba untuk menutupi tubuhku sebaik mungkin. Karena ada seorang pria di sisi lain sedang memandangiku dengan nafas yang kasar. Aku tidak bisa bertahan lagi.

 

Biasanya aku tidak terlalu peduli dengan pakaian dalamku. Karena dibesarkan sebagai seorang pria pada kehidupan sebelumnya, aku tumbuh tanpa malu untuk telanjang. Tetapi, ketika ada seseorang dari lawan jenis memandangiku, rasanya tidak nyaman.

 

ya, memandangiku. Seorang pria. Dalam satu ruangan. 2 orang dengan jenis kelamin yang berbeda. Aku setengah telanjang dan sedang dipandangi. Ini adalah situasi yang cukup berbahaya.

 

. . . . . .Ada apa dengan situasi ini?

 

Pemimpin yang bisa kami andalkan, si pengguna pedang sihir, Alto.

 

Aku sepenuhnya dalam belas kasihan orang ini, dan sejujurnya aku sedikit takut. Orang ini terus-terusan memandangiku dengan mata merah.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Jadi ada apa yang telah terjadi siang ini?

 

Kami mengikuti jejak dari energi iblis, setelah beberapa bulan tidak dapat menangkap mereka. Karena belum ada kemunculan yang jelas sejak beberapa bulan kami datang kemari, para petinggi kerajaan mulai meragukan keberadaan mereka di sekitar sini. Mereka bahkan tidak ada disini? Apakah mereka telah pergi?

 

Akhirnya sang Raja menilai jika para iblis telah lari ketakutan dan menyuruh kami mundur dari kota. Dengan kata lain, kami akhrinya diperintahkan untuk kembali ke kerajaan.

 

Akhirnya bisa kembali ke Ibu Kota setelah sekian lama. Aku akhirnya dapat bermain-main lagi dengan maid di Istana kerjaan. Aku dan Birdie cukup senang dengan kabar ini, akan tetapi Alto tetap menunjukkan wajah pahit. Aku penasaran, apakah ini berhubungan dengan firasat tersebut.(TN: maksudnya firasat Birdie di chapter sebelumnya.)

 

Jika mereka benar-benar berpikir begitu, mungkin para iblis memang takut dengan kekuatan gila Alto. Jadi ini hanyalah masalah waktu hingga penyerbuan iblis akan terjadi. Mungkin mereka pergi begitu saja karena mengetahui hal tersebut?

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

. . .Para iblis mulai melakukan serangan mendadak begitu kami meninggalkan kota.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Jalanan diselimuti teriakan dan kekacauan. Distrik lampu merah yang sangat kami sukai sedang terbakar. Kami tidak bisa hanya diam menonton.

 

Dengan tergesa-tegsa, kami berlari kembali masuk menuju kota yang sekarang terbakar. Kemudian para iblis diam-diam memulai serangan kearah party pahlawan.

 

Mungkin sebenarnya serangan terhadap kota hanyalah pancingan untuk melakukan serangan kejutan. Kekuatan pasukan utama mengelilingi dan menyerang kami. Yang berarti hanya ada serangan kecohan terhadap kota.

 

Karena kecerobohan, kamipun tidak siap. Walau kami sedang dalam kondisi terbaik, Serangan kejutan yang dilakukan untuk memojokkan kami tampaknya berhasil.

 

Kami tidak bisa membuat formasi yang biasanya karena serangan mendadak, setiap celah telah dipenuhi dengan lawan yang datang.

 

Tidak mungkin aku bisa mengatasi iblis yang mendekat. Biasanya aku bersama seorang rekan untuk melindungiku sambil mendukung mereka.

 

Birdie sedang melawan beberapa komandan iblis. Tidak ada tempat yang tersisa baginya untuk melindungiku sambil melawan mereka.

 

Mamya dengan terampil melindungi Yuri, namun posisi mereka berada di sisi seberang medan pertempuaran. Aku tidak bisa mendapatkan bantuan mereka.

 

Ray dengan putus asa melindungi Root dan bertarung melawan barisan depan. Ray tidak bagus dalam pertarungan jarak dekat, dia tidak bisa terus melakukannya sambil melindungiku.

 

Alto dan Rin sedang bertarung dengan sengit melawan pemimpin musuh, seekor Orc yang luar biasa besar Memaksakan diriku begabung hanya akan mengganggu pertempuran.

 

————-Aku sepenuhnya sendirian dalam medan pertempuran ini.

 

“Siapapun!! Lindungi Fio!!”

 

Birdie berteriak dengan sangat keras. Namun anggota party lain tidak dapat meninggalkan posisi mereka.

 

Kerja sama party kami masih kurang handal. Aku dalam kondisi yang menyedihkan. Merangkak dan berguling-guling dalam keadaan yang benar-benar putus asa untuk mencapai salah satu rekanku.

 

——–Kemudian aku ditangkap dengan kasar oleh orc di belakangku. Dia mengangkat dan meremasku. Tulang punggungku langsung patah. Sesuatu yang sangat dingin langsung terasa dari bagian bawah tubuhku. Aku mengompol. Aku tidak bisa merasakan kaki dan bagian bawah tubuhku, sampai-sampai tak bisa menggerakkan mereka. Dengan begini, bahkan sekarang aku tak bisa lari.

 

Si Orc memegangku dengan lengan kuatnya mulai mengayunkan tubuhku. Orc itu mulai memutar tangannya dan melemparku ke udara. Orc. Root, Birdie, semua anggota partyku, suara mereka menjauh dan semakin menjauh. Ketika aku melihat dimana tempatku akan mendarat, ada kerumunan goblin yang tak terhitung jumlahnya.

 

Orc sialan. Dia melemparku ke tempat temannya. Kurasa aku akan mengkhawatirkannya nanti ketika aku mendarat.

 

———–Pendaratan tanpa cedera itu tidak mungkin. Dengan kemungkinan apapun aku takkan bisa menggerakkan kakiku. Jadi aku harus menghindari mendarat dengan kepala atau leherku. Dari ketinggian ini, jika aku mendarat dengan leher duluan, maka itu akan menjadi kematian instan.

 

———–Tidak, haruskah aku menghindari kematian instan? Aku sudah setengah lumpuh, dan bahkan jika aku bertahan hidup setelah mendarat, masih ada gerombolan goblin, lagipula bukankah mereka akan menyiksaku? Jika begitu, bukankah lebih baik bagiku untuk terciprat di tanah?

 

Tanah dengan cepat mendekat. Pada akhirnya aku akan terciprat dengan menjijikkan.

 

………..

 

 

Alto-san kemudian menendang pergi goblin dan menangkapku tepat dalam jarak ujung rambut.

 

Saaangaaaaat keeeeereeeeeennnnnn !!! Inikah kekuatan yang sebenarnya dari pahlawan harem!? Seorang pria yang melindungi gadis tepat pada detik terakhir dalam situasi berbahaya! Aku akan memperbolehkannya menyentuh payudaraku sebagai hadiah!. . . Meskipun dia sudah menyentuhnya dengan memelukku saat ini. . . (T.comment: Hmmmmmmmmmmm. Aku iri.)

 

. . . Tunggu? Tapi bagaiman dengan pertarungan melawan Bossnya?

 

“Altoooo!! Semua lawan menuju kearahmu! Segera keluar dari sana!”

“Mari berpencar untuk saat ini! Root, aku menyerahkan kepemimpinannya padamu! Aku dan Fio baik-baik saja, kau kembalilah ke Ibu Kota! Tunggu saja kami!”

“Dimengerti! Alto, berhati-hatilah!”

 

Uwaa, tampaknya aku telah menganggu pertarungan Bossnya. Karena Orc super besar itu sedang menuju kemari. Alto tak bisa melawan balik atau mengayukan pedangnya, karena dia sedang menggendongku. Saat ini aku hanyalah barang bawaan.

 

Sambil menggendongku, Alto berlari dengan sangat cepat. Si Orc super dan kelompok penyerang kejutan ada di belakang kami. Mereka tampaknya ingin membunuh kami tidak peduli bagaimanapun. Perasaan yang cukup menakutkan.

 

Akan tetapi, Alto tampak sangat tenang. Semua mega Orc melolong dan mengayunkan kapaknya kearah kami dan itu sama sekali tidak mengganggunya? Ada pula panah dan proyektil sihir yang ditembakkan ke arah kami, tapi dia hanya menggendongku dan menghindarinya tanpa melihat. Seperti yang diharapkan dari pahlawan yang luar biasa kuat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Dia terus berlari bahkan setelah musuh tidak terlihat, bahkan terus berlari hingga malam hari. Sampai akhirnya kami berhenti di depan gubuk kecil.

 

“Akhirnya kita menemukan tempat untuk tidur. Untuk saat ini pastikan untuk menyembuhkan dirimu sendiri.”

“T-terima kasih telah melindungiku. . .”

 

Jika Alto tidak menyerah dari pertarungan Boss itu, aku mungkin sudah mati. Hidupku akan berakhir sekali lagi.

 

Meskipun biasanya aku merasa agak kesal pada si harem sialan yang bodoh ini. Tapi untuk saat ini aku hanya merasa benar-benar bersyukur.

 

“Terimakasih, Alto. Kukira aku akan mati hari ini.”

“Ah, ya. kau baik-baik saja sekarang. Tidak ada musuh di sekitar saat ini.”

 

Plop* Dia menaruh tangannya di atas kepalaku. Pria ini, dia benar-benar seorang karakter utama. . . Ini sudah menjadi formula standar. Meyelamatkan seorang gadis, menepuk kepalanya, kemudian menaklukkan pikiran dan tubuh mereka. . . Dan sekarang itu terjadi padaku.

 

Empat gadis cantik telah jatuh kepadanya, apakah itu tak cukup bagi pria ini? Namun aku telah diselamatkan olehnya, dan sedang diam-diam menggosokku. Dia bisa melakukan apapun yang ia mau.

 

“Tidak apa-apa, kau bisa berhenti menangis.”

“. . .Huh?”

 

Mendengarkan perkataannya membuatku bingung. Tapi kemudian pada saat bersamaan aku merasakan garis-garis dingin turun dari mataku.

 

Huh? Tidak mungkin, aku menangis?

 

“Aku? Menangis?. . .”

“. . . .Begitukah. Jika yang kulihat saat ini adalah kesalahan, aku minta maaf karena sudah salah paham.”

“Ya, ini adalah kesalah pahamanmu.”

 

Ini memalukan. Dari perasaan dingin takut akan kematian, berubah menjadi perasaan lega setelah melarikan diri dan diselamatkan. Dan kini sudut mataku terasa panas lagi.

 

“Tunggu, lihatlah kearah lain.”

“. . . .Oke.”

 

Baiklah, sekarang setelah menyadarinya, airnya mulai membanjiriku mata dan hidungku. Aku tidak ingin siapapun melihatku dalam kondisi ini tidak peduli laki-laki atau perempuan. Pyut*, Aku menggunakan sihir air untuk membersihkan wajahku, dan Alto masih belum melihat kearahku. 

Pria keren sialan ini, meledaklah.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Aku menggunakan sihir pemulihan kebangganku. Berkatnya aku bisa menyembuhkan punggungku, dan sekarang aku bisa berjalan lagi. Tapi sekarang ada sebuah masalah.

 

Demi menghindari lawan yang mengejar kami, Alto bergerak ke kiri dan ke kanan untuk menjauh dari musuh. Tetapi sekarang dia tidak tau ada di mana kami berada. Terlebih sekarang sudah larut malam, kita tidak bisa memeriksa sekeliling.

 

Itulah kenapa Alto terus berlari sampai menemukan tempat ini. Rencananya adalah, ketika fajar tiba kami akan mencari sebuah desa.

 

Jadi itu artinya, aku dan Alto bersama dibawah satu atap selama satu malam.

 

. . . . .  Jika ini sampai tersebar, keempat gadis itu akan membunuhku.

 

Namu, aku benar benar lelah secara mental dan fisik. Aku hanya perlu untuk tinggal selama satu malam dalam gubuk ini. Aku bahkan tidak ingin membuat lelucon dan langsung tidur.

 

Tidak ada masalah, sampai. . . .

 

Setelah kejadian itu, Alto duduk di lantai gubuk dan membeberkan jubahnya di  atas lantai. Ada darah pada jubah dari bekas pertempuran, tapi tampaknya bukan luka mematikan. Dia meletakkan barang bawaannya dan dan menggunakannya sebagai tempat tidur.

 

Itu bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah.

 

————*Dink* (TN: Semacam suara kaca)

 

Dari jubah Alto, sebuah botol berguling keluar. Apa dia menggunakan potion itu? Obat kuat itu. . .

 

“Alto, Apa kau telah meminumnya?”

"Maaf. Kekuatan Orc raksasa itu hampir menyamaiku. Jadi aku tak punya pilihan selain meminumnya.”

“Tidak, aku minta maaf. Mungkin berkat inilah kita bisa kabur. Tapi aku minta maaf karna telah mengganggu pertarunganmu.”

 

Orc itu hampir menyamai kekuatan Alto?. . . .Bagaiman bisa Orc itu memiliki kekuatan yang hampir menyawai kekuatan cheat Alto? Mari kita hiraukan untuk saat ini.

 

——–*Dink*

 

Sementar aku mengagumi kemampuan cheat Alto dengan tatapan pandangan yang menerawang jauh, botol lain yang kosong menggelinding keluar dari jubah Alto? Tunggu, apa itu artinya dia menggunakan dua botol? Dua botol = super afrosidiak.

 

“Oi, Oi. Kudengar kau hanya dianjurkan meminumnya sekali sehari.”

“Ketika aku melarikan diri dari mereka, ditengah jalan aku hampir kehabisan nafas jadi aku meminum yang lain. Aku perlu menggunakannya, jadi aku bisa lari dari mereka tanpa berhenti.”

“Tidak, sekali lagi aku minta maaf. Karena kau harus membawaku pergi dari pertempuran itu, kau berakhir meminum dua dari obat kuat itu. . .”

 

Bertarung kemudian harus harus menggendongku pasti melelahkan. Aku bertanya-tanya, bagaimana aku bisa menebusnya bantuan sebesar ini.

 

. . . . Birdie bilang jika kau meminum dua botol peningkatan, kau pasti akan menjadi binatang dan menerjang seorang wanita hanya dengan melihatnya.

 

Sejujurnya saat ini Alto tampak mencurigakan. Tapi sepertinya dia memiliki ketahanan yang tinggi dari itu.

 

. . . . Sebenarnya itu menyadarkanku, untuk beberapa saat mata kami tidak bertemu.

 

———*Dink*

 

Sebuah perasaan berbahaya menyapu diriku saat aku mendengar suara itu. Botol kosong yang lain telah menggelinding keluar dari jubah Alto.

 

Apa itu berarti dia menggunakannya? Tiga botol obat kuat. . .

 

“. . . .Alto?”

“Maaf, setelah berlari tenggorokanku terasa kering dan aku merasa haus jadi aku meminumnya tanpa sengaja. Aku mungkin mencampurkannya.”

“Apa!? Itukah alasannya!? Kenapa kau meminum obat kuat bukannya meminta air! Jika kau memintanya dariku, mungkin aku bisa memberikannya menggunakan sihiri air!”

“Sejujurnya, untuk beberapa saat, aku tidak bisa melihat wajahmu dengan benar.”

“Setelah aku membasuh muka, kau masih belum melihat kearahku? Kau bangsat!”

“. . . . .Baguslah kau ada disini, jika tidak ini akan berbahaya. Root mungkin bisa menjadi ancaman.”

“Apa kau ingin memulai perkelahian?! Kau tukang Harem sialan!”

 

Dan sekarang, malam tidak menyenangkanku dimulai.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini banyak pekerjaan. Aku gak yakin bakal bisa translate chapter 8 hari ini. Tapi kuharap kalian sabar menanti kelanjutannya.

Sedikit peringatan, Chapter selanjutnya adalah sisi gelap dari novel ini. Sejujurnya aku tidak ingin member tahu sekarang. Tapi kurasa ini diperlukan. Makasih semuanya

 

Chapter sebelumnya | TOC | Chapter selanjutnya

Komentar

  1. Semoga dia ngewe ama si hero

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca chapter selanjutany, permintaannya sudah terjawab

      Hapus
  2. Haduuh fio gimana innih.. semaleman sama cowo yang minum 3 botol obat kuat(^~^;)ゞ.. bakal jadi one hole sumpah(˘・_・˘)..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel TS Reincarnated as the Sub Heroine Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 3 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 8 bagian R-18 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 2 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 5 Bahasa Indonesia