TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 9 Bahasa Indonesia
TS Reincarnated as the sub Heroine Chapter 9 Bahasa Indonesia
Titik balik!!!
Maaf untuk chapter sebelumnya(8), aku lupa mengedit beberapa bagian.Sampai -sampai tidak bisa dibaca, bahkan ada beberapa kalimat yang belum ter-translate. Sekarang kalian bisa membacanya dengan lebih nyaman. Terima kasih.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan Author: Chapter pertama dengan sudut pandang karakter lain.
TN: Aku hampir lupa, chapter ini masih berisi adegan R-18. Tapi seperti kemarin, akan aku pisahkan. hanya saja kali ini aku masukkan dalam satu halaman
TN2: Pov = Point of View = Sudut pandang. Sebenernya aku harus memilih antara pakai “Pov” atau gak langsung tulis “sudut pandang.”
Hmm, kurasa aku akan memilih “sudut pandang" untuk saat ini.
Dari sudut pandang(Pov) Alto.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku tidak pernah ingin menyakiti sahabatku. Aku tida mau menjadi pria semacam itu. Aku dipanggil “Pahlawan” dan seharusnya menjadikan bagi orang-orang. Itulah yang aku perjuangkan.
Meskipun aku berusaha mati-matian untuk memenuhinya. Tepat di depan mataku adalah gadis yang tidak pernah ingin ku sakiti. Perjuanganku berakhir dengan sia-sia.
Karena itulah aku harus menebusnya.
“Ini sulit, Jika aku tidak mengatakan apapun. Apakah akan baik-baik saja?”
“Karena kita akan melupakannya. Jadi jangan khawatir.”
Dia mengatakannya dengan tersenyum. Meski tampak sedikit kdupan di pipinya.
Dia pergi bersama sahabatnya, Birdie ke Distrik lampu dari waktu ke waktu. Mungkin gadis ini memiliki banyak pengalaman, jadi hal itu tidak begitu mengganggjunya. Nah, jika orang itu sendiri mengatakan tidak apa-apa, apa yang perlu diragukan.
Aku hanya perlu beralasan dengan ”Kami memutuskan untuk bersenang-senang dan dia melakukannya dengan kemauan”. Aku menjilati seluruh bagian tubuhnya. Aku memegang pinggangnya dan melakukan apapun yang kumau. Semuanya hanya demi kepuasanku.
Namun dari sudut pandangnya(Fio), dia tidak memiliki kesenangan semacam itu. Dari mulutnya keluar teriakan kesedihan. Entah karena pengaruh obat atau bukan, Tapi ketika aku mendengar suaranya yang sedih aku merasakan kenikmatan. (T.comment: . . .Jadi begitu, jadi begitu. Huh?.)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
BAGIAN GELAP ADA DI BAWAH SINI,
JIKA INGIN MELEWATINYA SILAHKAN LANGSUNG PERGI KE GARIS-GARIS SELANJUTNYA.
(Biar gak perlu bikin halaman baru)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tepat setelah di mulai menangis. Karena rasa sakit, dia meminta untuk berhenti. Tubuhku diselimuti oleh darah, jadi kuharap kau akan memaafkanku.
Tetapi dia meminta supaya kita melupakan bencana yang terjadi kemarin. Apa yang kau bicarakan sekarang. Sudah cukup lama kewarasanku tidak terkendali. Ketika mendengarkannya, aku memiliki dorongan untuk melakukan kekerasan. Tak lama kemudian tangisannya berubah menjadi rengekan kecil.
Tak lama kemudian, tubuhku juga diselimuti oleh darah. Apakah itu karena sesuatu yang robek dari dalam vaginya? Mungkin karena itulah dia menangis? Jika seperti itu, maka hanya perlu berganti lubang.
Setelah itu reaksinya berubah. Perlawanannya menjadi lebih kuat. Suaranya terdengar putus asa. Hal itu menjadi rangsangan yang enak bagiku, jadi aku menikmatinya selagi bisa.
Segera setelah itu, dia tidak merespon. Tampaknya dia telah pingsan. Namun aku masih belum puas. Jika dia tidak sadarkan diri, maka akan menjadi lebih mudah. Dengan dirinya yang tidak sadar, aku terus memanjakan diri sampai matahari terbit.
. . . . .Akhirnya setelah aku puas aku melemparkan bokongnya kearah samping. Aku menikmati enaknya malam, alat kelaminnya berwarna merah dan bengkak. Setelah pemandangan yang memuaskan itu, aku pergi tidur. Akhirnya malam yang panjangpun berakhir. (TN: . . . A. . . Aku kehabisan kata-kata. . . ternyata separah itu.)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bagian darknya telah usai.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingatan tentang malam itu seharunya dilupakan, tetapi. . . .
“. . . .”
“. . . .”
Sejak pagi,Fio tidak mengatakan sepatah katapun. Biasanya dia adalah gadis yang cerewet, tapi sudah beberapa jam dan dia masih tetap diam.
Aku mengerti kalau aku dipanggil bodoh dan tidak peka. Tapi dia pastinya marah. Tapi tampaknya dia tidak bisa mengatakannya. Kemarin, aku hanya menggunakannya sebagai mainan sex sepanjang malam.
Ini sudah diputushkan bahwa takkan ada ingatan tentang kemarin malam. Itu adalah sarannya, yang menjadi korban. Kemarin malam aku dalam keadaan gila, samapai aku tidak sepenuhnya ingat apa yang telah terjadi. Dan dengan dirinya menerima perlakuan seperti itu, wajar baginya untuk marah.
Namun, tidak mungkin untuk berdiskusi karena persetujuan tersebut. . . . .Aku tidak bisa meminta maaf. Aku seharusnya sudah meminta maaf saat pagi tadi, ketika rasa canggungnya masih belum terlalu tinggi.
Dan kemudian terdapat sebuah fakta, ketika aku memasukkanny pertama kali ada sebuah darah. Apakah kemarin malam benar-benar pengalaman pertamanya? Aku membuat malam pertamanya begitu mengerikan? (T.comment: sadar woeeee.)
Meskipun kelakuan biasanya cukup. . . . . Nyeleneh. Dia tetaplah seorang perempuan. Dan aku telah melukai gadis ini begitu dalam. Aku benar-benar seorang sampah yang terburuk. (T.comment: sadar juga.)
“. . . .”
Aku benci kalau aku adalah orang yang tidak pandai berbicara. Bahkan apa yang seharusnya kukatakan? Karena kita seharusnya berperilaku normal, aku hanya perlu berbicara tentang hal-hal di sekitar kami. Tapi pada umumnya aku benar-benar buruk berbicara dengan orang lain. Lebih parah lagi, aku bahkan tidak apa yang seharusnya kukatakan setelah kejadian tersebut.
Aku harus membuatnya dalam suasan hati yang baik. Aku harus mendapatkan kepercayaan Fio kembali. Tapi dengan kemampuanku. . . Sebenarnya aku baru mengingat sesuatu. Birdie selalu membual tentang berperilaku lembut pada seorang wanita, dan kemudian membuat suasana hati yang baik.
((“Pertama-tama, kau harus memuji penampilan mereka. Itu jika dia tak masalah dengan dipuji. Jika dia adalah gadis yang serius atau ketat maka dia akan menganggapnya sebagai pelecehan sexual. Jangan memuji payudaranya, itu adalah ranjau darat. Rambut, aksesoris, dan lain-lain pasti akan berhasil. Jika mereka mengenakan parfum, kau bisa mengujinya.”))
((“. . .Aku mengerti”))
Puji penampilan mereka. Nah, Fio tidak mengenakan parfum atau aksesoris dan semacamnya. Rambutnya. . . yah, berantakan. Itu tak tertata dan acak-acakan. Kemungkinan karena perlakuan yang kuberikan kemarin malam. Kalau begitu apa yang harus ku puji?
Jika ini terus berlanjut, Fio akan selalu diam ketika di sekitarku. Aku harus menyelesaikannya seorang diri dan berbicara dengan Fio.
“Uh, Fio?”
“ . . . .Ada apa?”
Puji , puji. . . Payudara itu tidak boleh. Payudara tidak boleh. . .
“Fio, kau memiliki P-pinggul yang indah.”
Wajahnya berubah pucat dan berjalan menjauhiku. Sialan, sepertinya aku membuat kesalahan.
“Fio, aku tidak ingin kau terlalu jauh dariku.”
“Jika kau berkata seperti aku harus waspada! Jadi tetaplah jauh dariku!”
Sialan, seperintya aku sudah menyebabkan kesalah pahaman.
Omong-omong, Birdie tidak pernah bisa membaca pikirannya, dan Fio biasanya membalas balik dengan gosip yang lebih kejam. Sepertinya mengikuti orang itu hanya akan menyebabkan kesalah pahaman.
Teteapi, bukan berarti tidak mungkin untuk memulihkan ini. Mulai sekarang aku akan mengingat perkataan temanku kecuali Birdie. . .
Itu benar! Yuri pernah berkata:
((“Tidak ada hal yang lebih baik dari cinta. Sebagai contoh jika kau membuat marah seseorang. Jika ada cinta, maka kau pasti akan bisa berbicara satu-sama lain. Jika kau mencintai orang itu, kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan untuk orang tersebut.”))
Perkataan seorang biarawati yang beriman pasti lebih berguna dari pada perkataan Birdie.
Jadi, aku akan mengerti apa yang harus ku lakukan jika aku mencintai Fio?. . .Baiklah, Fio adalah seorang teman yang berharga, tapi aku masih tetap tidak mengerti apa yang harus dilakukan? Hmm, sepertinya aku tidak jatuh cinta dengan Fio.
Jika hanya satu orang yang perlu dicintai, haruskah aku bertaruh dengan kemungkinan kalau Fio mencintaiku. Apa yang Fio pikirkan tentangku? Sayangnya aku tidak tahu.
“Hey,Fio. Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan.”
“. . . .Apa itu? Mundur! Jangan mendekatiku.”
Haruskah aku bertanya padanya?
“Fio, apakah kau mencintaiku?”
“Pffft, aaaaaaaaaaaaAPA!?!”
Saat dia mendengar pertanyaanku, wajahnya kembali pucat dan dia pergi menjauh dengan kecepatan kilat.
“Apa, apa yang kau tanyakan!? Apa kau hanya merasa tidak enak karena apa yang telah terjadi beberapa saat lalu!? Bohong, Apakah kau yang menyukaiku?”
“Tidak, sepertinya aku tidak mencintaimu.” (T.comment: gak ketolong njir.)
“Kau benar-bentar pantas dipukul.”
Segera setelah mendengar perkatanku, jauh dariku dia berjongkok dan mengambil sebongkah batu berukuran besar dan melemparkannya ke arah wajahku. Kemampuan fisik Fio bahkan tidak menyamai orang normal, aku dapat dengan mudah menghindarinya.
“Apa yang salah. Apa yang membuatmu marah dariku?”
“Jangan mengihindar, dasar sampak tidak bermoral! Itu benar, dia selalu seperti ini… Aku seorang idiot karena menganggapnya serius, bahkan hanya untuk sesaat!”
“Fio, biasanya kau seperti orang idiot. Omong-omong apa kau memanggilku bajingan sampah?”
“Diam kau idiot!”
Aneh. Meskipun biasanya Fio bukan tipe pemarah. Kmarahan semacam ini hanya pernah kulihat dari keempat gadis lainnya.
Sepertinya kemarahan besarnya berasal dari apa yang terjai kemarin malam. Aku akan menerima amarahnya dengan diam. Setidaknya itu adalah penebusan pertamaku. . .
“. . . .Hey, Alto. Aku tidak-tiba marah padamu. . . Aku menjadi salah paham atau semacamnya, aku tidak mengerti. Aku benar-benar merasa frustasi.”
“. . . .Begitukah? Kalau begitu aku akan diam menerimanya. Maaf, Fio.”
“Huh? Aku yang seharusnya minta maaf, aku marah padamu! Kenapa kau yang meminta maaf!? Apa-apaan itu?”
Sambil menerima kemarahan tak beralasannya itu, aku merasakan sesuatu dari kejauhan.
“Hmm, ada tanda-tanda keberadaan seseorang dalam jarak 30 kilometer di depan. Mungkin itu sebuah kota. Ayo pergi. Fio, naiklah ke pungguku.”
“Pria ini. . . Dia bertingkah seolah tak ada yang terjadi kemarin. . . Aku mulai mengerti rasa frustasi dari keempat gadis itu untuk yang pertama kalinya.”
“Cepat naik.”
“. . . .Ingatlah, Alto.”
Mirip seperti kemarin, sekarang dia naik ke punggungku. Namun tidak seperti kemarin, dia dengan kuat berpegangan padaku dengan kedua tangan dan kakinya
Kemarin dia hampir mati. Dia bahkan hampir tidak sanggup dengan cukup baik. Tetapi seharusnya sekarang baik saja, Jadi seharusnya tidak apa-apa umtuk menaikkan sedikit kecepatanku.
Aku menggunakan sihir penguatan padadiriku sendiri, dan kemudian mulai berakselerasi dengan cepat melangkah ke depan- – – –
“Waaaaaa!!”
“!! Fio!?”
Daya tolak dari aklselerasiku sepertinya telah menerbangkan Fio. Dalam hitungan sehelai rambut meraih kakinya, dan menyebabkan hanya wajahnya yang menyentuh tanah.
“Kau,kau,kau!! Apa kau mencoba membunuhku?”
“Maaf, tapi seharusnya kau baik-baik saja.”
“Baik-baik saja!? Wajahku baru saja dibanting ke tanah, idiot!! Apa-apaan dengan akselerasi itu!? Sejak awal, aku tidak bisa berpengan dengan cukup erat karenanya!”
“Tidak. . . .oh, aku minta maaf.”
Aku lupa. Meskipun dia adalah penyembuh terbaik di dunia, bahkan disebut sebagai “death’s bane(Kutukan kematian.)” Kemampuan fisiknya tidak terlalu berbeda dengan orang biasa. Bahkan jika preman biasa menyerangnya dengan tangan kosong, dia akan dengan mudah dikalahkan. Dia memiliki tubuh yang sama dengan gadis lemah.
“Kali ini berpeganganlah dengan erat.”
“Ya ampun. . .”
Dia menyembuhkan wajahnya sendiri dengan sihir. Jika Fio adalah orang biasa, akan ada bekas luka bekas di wajahnya yang disebabkan olehku. Tapi sebagai pengguna pemulihan terbaik, tidak akan ada masalah semacam itu.
Sekali lagi Fio naik ke punggungku. Kali ini untuk memastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama, aku memegang kakinya dengan kuat menggunakan kedua tanganku. Tubuhnya diikat denganku menggunakan sebuah kain. . . .Huh, aku tidak menyadarinya sampai sekarang.
Dipungguku adakah seorang gadis kesepian yang berhubungan sex denganku sampai pagi. Yang begitu lembut dan rapuh saat aku menggendongnya- – – – –
Sebuah perasaan berdosa mengencang di dadaku.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku tidak menyangka kalau chapter ini akan menjadi sangat panjang.
Chaptersebelumnya | TOC | Chapter selanjutnya
Alto parah sumpah(・–・;)ゞ..
BalasHapus