TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 11 Bahasa Indonesia
TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 11 Bahasa Indonesia
Dapat diandalkan?
Aku minta maaf semuanya. Ini adalah kesalahanku sampai terlambat Update, jadi aku akan mengupload 2-3 chapter hari ini. Terima kasih selalu setia membaca TL ini.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku membuka mataku.
Rambut emasku yang keriput menghalangi sebagian besar pandanganku. Aku mendorong rambutku, membuatku dapat melihat. Fumu, tampaknya aku telah tidur dengan nyenyak.
Aku merenggangkan tubuhku sambil menguap. sebuh suara koki* terdengar dari pinggulku.
Bersamaan dengan menekuk leher, aku melihat sekeliling, hmm tidak orang lain disini. Sepertina Alto pergi entah kemana.
Sambkil menggosok mata setengah terbukaku, aku mennyisir rambutku yang berantakan, membuatnya menjadi model rambut sederhana. Meskipun aku bukanlah orang yang terlalu peduli dengan penampilan, Aku masihlah seorang perempuan dan merasa setidaknya perlu merawat tubuhku. Tidak sopan menjadi orang yang tidak enak dipandang oleh orang lain.
Aku melihat keluar jendela dan mendapati langit sudah berwarna merah, sepertinya sekarang sudah sore hari. Sepertinya aku tanpa sadar tidur cukup lama. Meski begitu, tubuhku terasa ringan dan kepala menjadi jernih.
Kurasa, aku frustasi pagi tadi. Berpikir kembali tentang hal itu, setiap kali aku melihat wajah Alto, perasaan aneh muncul, sekarang entah kenapa aku merasa lebih tenang. Meski tadi pagi, kenapa aku sangat marah?
Mungkin karena aku dipandang dengan tatapan yang aneh, hal itu mungkin merusak sikapku terhadap Alto. Namun, dia telah menyelamatkanku berkali-kali dari pasukan Raja iblis.
Kecanggungannya telah naik sampai tingkat tertentu.
. . . Fuuu~ Sambil mendesah mengatur pikiranku. Yah. Ini baik-baik saja. Aku tidak akan peduli tentang keanehannya lagi. Aku dan Alto hanyalah anggota Party. Seharusnya tidak akan ada masalah ketika kami bertemu lagi di masa mendatang—
“ Aku kembali, Fio. apa kau sudah bangun?”
“Wyaa!”
Tiba-tiba aku mendengar suara Alto yang sepertinya sudah kembali. Aku tanpa sadar mengeluarkan ketakutan yang aneh.
Apa-apa itu, “Wyaa”?
“. . . . .Fio, apa ada sesuatu yang aneh?”
“T-tidak ada! Baru dari mana kau?”
“Mendapatkan uang. Desa ini memiliki pasar loak. Jika aku menjual sarung tanganku kita mungkin bisa mendapatkan uang yang cukup untuk menewa kamar pribadi, jadi bisakah aku memintamu bernegosiasi besok?”
“B-begituah? Baik. Serahkan padaku.”
Aku mengerti, pagi ini aku sangat kesal jadi kurasa aku memberinya banyak masalah tentang berbagi kamar. Aku pasti terlihat tidak nyaman saat itu. Meski mempertimbangkan akal sehat seharusnya tidak adalasan untuk khawatir. Alto tidak meminum obat apapun, jadi tidak akan ada ancaman diserang. Selain itu, berpotensi melakukan apa yang dia inginkan dengan wanita cantik.
“. . . .Iya, Jangan takut Fio. Aku hanya ingin sedikit berbicara denganmu. Apakah tidak apa-apa berbicara tentang kemarin malam?”
“Oh, oh baik. Selain itu aku takut.”
“. . . Begitukah?”
Sikap Alto terhadapku terasa kaku. Apakah dia merasa ditolak pagi ini?
. . . . .Aku harus meminta maaf dengan benar kepadanya. Itu bukan salahnya, itu adalah kesalah obat, dan dia juga selalu menyelamatkanku. Ini salahku bagaimana menanganinya.
Disamping itu, Alto terlalu menahan dirinya sampai-sampai lengannya terluka, dan itu hanya sampai aku memberinya izin. Aku bahkan memintanya untuk tidak mengingat apapun tentang hal itu.
. . . . Jika ada yang dipikirkan, pria ini akan lebih memilih menerima luka. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan tentangnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Baik aku dan Alto sarapan di Hotel tangan mengucapkan apapun. Aku mencoba mengucapkan permintaan maaf tentang kelakukanku tadi Pagi, tapi sepertinya Alto sedang memikirkan sesuatu, sepertinya ada yang ingin dia katakan.
Beberapa saat yang lalu, Alto mengatakan sesuatu tentang berbicara mengenai kemarin malam. Mungkin ingin mengatakan hal yang sama denganku. Saat itulah aku juga akan meminta maaf.
Kemudian kita akan tertawa tentang hal ini, saling memafkan kemudian, dan melupakannya. Yah, itu akan berhasil.
Aku harus berbaikan dengan ketua, Alto-san. Ini akan membuat posisiku di Parti lebih baik. Ketika kembali ke Kerajaan, keempat gadis akan selalu beramanya, jadi tidak mungkin kami bisa berbicara. Jadi malam ini aku akan memperbaiki hubungan kita.
Aku sedang berpikir sambil sedikit mengantuk, menyeruput nasi bubur dengan tenang.
Mata Alto masih menggantung merenungkan hal ini. Kemudian aku menyadari, saat malam kami akan berduaan.
. . . . Dengan pria ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Uh, Alto-san. Tidakkah kau terlalu dekat?”
“Ini tidak dekat, ini adalah jarak yang cocok.”
“Eh,ehh. . .?”
Alto mengatakan sesuatu mengenai kemarin malam, jadi kami duduk. Kami membeli beberapa sake murah, kemudian alto mengambil sebuh kursi dan duduk tepat di depan kasur dimana aku sedang duduk. Aku dan Alto saling berhadapan.
. . . . Tetapi, tiba-tiba dia meninggalkan tempat duduknya. Dia berdiri dan kemudian duuduk tepat di sebelahku, bersikap secara natural.
Ini terlalu dekat, Bahu kami bersentuhan. Bersentuhan ! ! Apa kau bahkan merencanakan ini ! !
. . . .
Alto sedang berpikir lagi di samping. Mungkin dia memikirkan kata selanjutnya. Meskipun ada sedikit ruang diantar kami untuk mencipatakan suasan yang tepat.
Tunggu, apa dia berencana berbicara dalam jarak sedekat ini? Apa kau begitu tidak peka? Kau benar-benar tidak keberatan?
Tinggi bahu Alto sekitar telingaku. Sekarang aku menyadarinya, jika aku menyadarkan kepalaku di bahunya, kami bisa melakukan sandaran bahu bantal yang klasih itu. Sebuah perbedan tinggi.
. . . . .Pemikiran ini berbahaya. Aku perlu menenangkan diri.
Rasanya seperti waktu telah membeku, sampai akhirnya Alto memecahkan situasi dengan membuka mulutnya.
“. . . Mulai dari sini, aku ingin berbicara jujur dengan Fio, mengenai aap yang terjadi kemarin. Maaf, tapi aku tidak bisa melupakan hal ini begitu saja.”
Aku tidak menduga hal itu akan datang. Tampaknya, Alto benar-benar kesulitan kesulitan tentang apa yang terjadi kemarin. Aku akan menghentikan kekhawatirannya.
“Aku tidak peduli Alto. Aku bisa mengatakannya dengan kepercayaan. Kemarin Alto, mau bagaimana lagi?”
“. . . . Hey Fio. Bisa aku bertanya satu hal?”
“A-apa?”
——-Apakah kemarin pengalam pertamaku? (TN: Sebenarnya TL inggrisnya “Was yesterday his first time” tapi entah kenapa rasanya gak cocok, kemungkin typo dari TL nya. Jadi aku biarin gini aja.)
Itu adalah pertanyaan yang dia lontarkan dengan tatapan serius. Aku tidak menduga pertanyaan ini, bagaimana aku harus menjawab?
Tidak bijak memainkan perasaan tanggung jawab Allto. Tetapi, buruk berbohong kepada Alto yang bertanya dengan sangat serius. Kalau seperti itu masalahya maka.
“. . . . .Aku menolak untuk menjawab.”
Aku tidak harus menjawab.
“. . . . .Aku mengerti Fio. Aku minta maaf.”
“Kenapa kau meminta maaf, bukankah sudah kubilang mau bagaimana lagi?”
“Tidak. Pengaruh dari obat itu mungkin ada, tapi aku bergerak dengan kemauanku sendiri.”
“Kemauanmu sendiri?”
“Rasanya nikmat memegangmu. Aku merasa seperti tidak bisa menahannya. Obatnya mungkin sudah kehilangan efek saat tengah malam, tapi aku tidak bisa menekan nafsuku dan menyakitimu sepanjang malam.”
Huh, kau merasakan kenikmatan ketika aku sedang menderita. Tidak, aku mengingat sesuatu dan marah. Tenanglah, tenang.
“Biarkan aku bertanggung jawab, Fio. Kemarin benar-benar buruk.”
“Uhh. S-sudah berhenti disana oke, tentang bertanggung jawab ini. Cukup dengan menjadikanku istrimu.”
Seperti yang kuduga, dia akan mengajukan untuk bertanggung jawab.
Tetapi dia bahkan tidak menyukaiku, dan kemudian dia akan menjadikanku istrinya? Dan bukankah keempat gadis lain akan mencoba membunuhku? Tamat? Tidak, maka untuk kehagiaan semua orang.
“Tidak, yah kecuali kau menginginkannya. . . . Tapi itu bukanlah masalahnya.”
“Oh?”
Cara lain untuk bertanggung jawab?Huh? Apa itu? Aku tidak tahu apa itu!
“Jadi, singkatnya kau mau menyelesaikan ini dengan uang!? Baiklah kalau begitu, berapa banyak? Aku akan memaafkanmu, tapi tergantung seberapa banyak. Seberapa banyak kesucianku dihargai?”
“Baiklah, sekarang kau penuh energi.”
Aku tidak pernah memikirkan itu. Aku mendapatkan uang, dan Alto merasa menebus dosanya. Sama-sama menguntungkan. Dalam selang waktu, aku bisa mendapat uang darinya dan dia akan merasa sedikit demi sedikit merasa tidak bersalah. Dan kemudian aku bisa mendapat uang untuk pergi ke Distrik lampu merah.
Alto mengerti diriku. Masalahnya jumlah uang tak bisa diputuskan dengan mudah. Jadi, seharusnya aku mencoba mendapat uang dengan jumlah yang bagus?
Kalau begitu, mari kita mulai negosiasinya.
“Sejujurnya, aku adalah seorang perawan. Ini benar-benar terasa sakit.”
“Jadi begitu, kau adalah seorang perawan?”
“Namun, kemarin malam bersama Alto adalah yang pertama bagiku. Hmm, berapa satu malam bersama seorang pahlawan yang terkenal? Harganya pastilah naik dengan sangat tinggi.”
“Aku tidak tahu. Kalau itu adalah malam pertamamu.”
“Mhm.”
Aku pikir ladies kelas tertinggi adalah sekitar 4000 – 5000 G permalam. Dan akan naik sampai empat kali lipat ketika malam pertama. Jadi antara 15000 sampai 20000 G ?!?
Tunggu, kemarin ada sejenis permainan spesial di tempat, jadi seharusnya ada biaya tambahan. Si pahlawan Alto jarang menggunakan uangnya, jadi seharusnya dia punya cukup uang.
“. . . .Fio.”
“Apa ada yang salah? Apa aku salah menghitung? Berapa banyak harganya?”
“Harga yang diminta baik-baik saja.”
“Ho, Ho!! Harga yang ditawarkan bagus? Kau memahaminya dengan benar, Alto. Biasanya orang yang melakukan sesuatu semacam tak terduga adalah murahan. Baiklah kalau begitu harganya- – -”
“Aku akan melipat gandakan harganya.”
“- – – – – -Eh? A-apa? Apa kau sedermawan itu Alto?”
Pria di depanku baru saja bilang akan memberiku lebih banyak dari yang kaharapkan. Apa yang dia pikirkan?
———Dia pelan-pelan meletakkan tangannya di pundakku.
“. . . . .Alto, Apa yang salah?”
“Aku bilang akan melipat gandakan nya menjadi dua kali.”
“. . . . .?”
Rambutku disisir dengan lembut oleh tangannya. Aku secara reflek melihat keatas dan membuat kontak mata dengannya, dia sedang melihat langsung kearahku.
“T-tunggu. Apa yang kau katakan? Apa yang kau katakan?!”
“Jangan bergerak Fio.”
“Tidak, jadi karena itu! Apa yang kau pikirkan, dengar—!!”
Apa?! Sekarang Alto mengeus pahaku.
Ini benar-benar tidak nyaman.
Bahkan jika aku mencoba kabur dengan terburu-buru, Aku sudah ditahan oleh tangan tangannya yang memegang pundakku. Dan wajahnya sangat dekat. Aku secara putus asa menggoyangkan dan melemparkan tubuhku kesamping mencoba dengan panik melarikan diri darinya.
Tetapi kemudian aku membungkuk dan didorong kebawah.
“TIDAK, Aku tidak ingin ini !! Aku sudah membenci hal ini!! Aku tidak ingin mengalaminya lagi! ! Lepaskan aku, Kumohon kumohon kumohon lepaskan aku Alto!”
“Tenanglah!!”(TN: Disini TL engnya komplain ampe drop TL nya ;-;)
Alto berteriak. Aku bergetar ketakutan, Aku terkejut. Aku tidak bisa bergerak.
Cukup. Aku telah dibohongi. Cukup. Aku membenci ini. Seseorang tolong, aku telah memikirkan sesuatu semacamnya.
—————Saat ini, Aku sedang dipeluk dan kepalaku dibelai dengan lembut.
“Hanya kali ini. Beri aku kesempatan Fio.”
“Kau sudah memiliki kesempatan.”
“Hari ini akan menjadi malam pertamamu. Aku tidak ingin pengalaman pertamamu berakhir dengan mengerikan.”
“Tidak, malam pertamaku telah berakhir kemarin. Berhenti- – -.”
“Ingat kita mengatakan akan melupakan kemarin. Jadi hari ini adalah malam pertama?”
“Tidak, omong kosong apa yang kau bicarakan. Eh, sekarang dimana kau menyentuhku!?”
Alto membungkusku dengan erat, meskipun berbeda dengan kemarin malam. Aku bisa merasakan nafasnya di pipiku.
Tidak mungkin mendorongnya pergi. Fisik dan kekuatannya sangat berbeda. Dan dia sedang melihat. Aku ditatap oleh mata Alto seolah mengatakan “Kau tidak bisa kabur.”
Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku tidak tahu apa yang Alto ingin kulaukan.
Dengan kepalaku yang kosong. Aku hanya bisa menutup mataku dan menoleh ke samping.
—–Kemudian malam penderitaanku dimulai
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Sejujurnya aku merasa pernah lihat scene semacam ini dari sebuah novel yang sudah kulupakan judulnya. Tapi entah kenapa yang satu ini benar-benar berbeda. Yah aku merasa cukup puas.
Chapter sebelumnya | TOC | Chapter selanjutnya
Jadi sexdoll awokwokwok
BalasHapusHeronya ketagihan wkwk
HapusGk bakalan dilanjutkan nih novel min ?
BalasHapusMasih menunggu update yg terbaru :3
BalasHapusYah kan bener-bener jadi one hole.. jadi tenga nya si hero.. si alto.. kesial fio.. poor fio(ć£˘̩╭╮˘̩)ć£..
BalasHapusBang Akhirnya di jadiin manga bang, Alhamdulillah š¤²š.. Aku bersyukur banget Ya Tuhan.. Ya Allah š¤²š.. Alhamdulillah bang Sumpah ngga nyangka loh, ngga nyangka sama sekali bangš..
BalasHapus