TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 12 Bahasa Indonesia

 

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 12 Bahasa Indonesia

Ummm, maaf semuanya aku baru update setelah 5 bulan menghilang tanpa kabar. Laptopku rusak, dan aku gak tahu harus bagaimana T_T dan juga aku harus mempersiapkan diri masuk ke perguruan tinggi.

Omong-omong, mulai chapter 12 ini aku akan mulai menerjemahkan langsung dari web jepangnya. Karna hasil translasi bahas Inggrisnya terlalu kacau untuk dipahami.

 

Selamat menikmati~

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mimpi tak senonoh

Aku dipeluk oleh Alto. Berapa lama waktu telah berlalu? Sepertinya sudah beberapa saat, atau mungkin satu jam. Sekarang dia menindih sekujur tubuhku. Semua pergerakanku tertahan oleh tangan kekar yang terlatih bagai batang kayu, dan mata yang menyihir itu memandangiku (Shunku = menyihir, kan?). Aku tertahan oleh tanganku yang berada di depan dadaku dan dengan postur punggungku seolah sedang berdoa kepada tuhan (Bayangkan Fio sedang dogeza).

Apa-apaan ini!? Kenapa, kenapa jadi seperti ini?

Aku tak bisa melihat wajah seriusnya dengan benar. Tatapan Alto tidak pergi meski aku mengalihkan pandangan.

Aku merasakan… aku merasakan sesuatu keinginan yang kuat darinya untuk menahan diriku. Berapa lama hal ini akan berlanjut? Berapa lama aku harus ditahan oleh pria ini dalam situasi ini? Tapi, posturku runtuh dengan cepat.

Dia bergerak. Tidak tidak, pada dasarnya hanya dia satu-satunya yang bisa bergerak dalam situasi ini.

“…!” Alto mengelus pahaku tanpa sepatah katapun. Rasa takut dan keringat dingin mengaliri punggungku. Nafasnya menjadi semakin berat. Tangannya perlahan naik keatas. Terus dan terus menuju barangku.

Tidak! Jangan lagi, aku sangat dipermalukan!

Aku akan menggigitmu. Pergi lebih jauh dan akan aku potong hidungmu. Meskipun aku tidak bisa menang, setidaknya aku bisa memberimu pelajaran.

Tapi tangan Alto berhenti di ujung pahaku. Tangannya tidak bergerak lebih jauh. Air mata dan keringat jatuh membahasi pipiku. Alto mengahap ke samping, wajahnya berubah warna menjadi biru.

Jika kulihat lebih dekat, tangan Alto yang menahan diriku tampak bergetar, dan tangan yang memegang bagian bawahku dipenuhi keringat. Tangan Alto terasa dingin dan berkeringat.

Um… apakah kau ketakutan, Alto? Kelakuanmu sangat kasar kemarin malam, dan sekarang ketakutan!? Sangat tidak bisa dipercaya.

Tidak peduli berapa lama aku menunggu, tangannya tidak mau bergerak lebih jauh. Tangannya terus mengelus pahaku seperti sekarang… Rasanya sedikit geli.

Ha-ha. Ya, aku tidak bisa melakukan apapun saat ini.

Aku mendapat sedikit ruang di hadapan bencana ini. Meskipun ini situasi putus asa, rasanya senang memiliki mental yang lebih kuat dari Alto.

Baiklah, apa yang sebaiknya kita lakukan selanjutnya? Pada akhirnya, apa kau akan melatakkan tanganmu di tempat itu?

Sekarang tangan Alto menahan pundakku sembari memberikan tekanan.

Sekarang datanglah, aku akan memberimu tamparan karena pandangan itu.

 

Dasar bedebah.

 

Tiba-tiba pipiku dibelai, dan wajah Alto muncul tepat diahadapanku.

Tangan Alto memegang daguku. Kita saling berhadapan, aku belum siap dan tak bisa berpikir untuk sesaat.

────Dekat.

Hey, tunggu dulu. Kenapa kau sangat gemetar hari ini? Bukankah kau sudah biasa berada di dekat Wanita?

Dalam jarak satu nafas. Dalam jarak yang sesempit ini. Seekor katak yang ditatap oleh ular.

Oh, ini tak akan berguna. Tak ada apapun yang bisa ku lakukan.

“…apakah ini ok?”

Apakah dia serius? Apakah ada alasan yang bagus!? Tolong keluarkan aku dari sini!

Berhenti, jangan melihatku!

Bahuku diremas, seluruh tubuhku diselimutinya. Wajahnya sangatlah dekat.

 

──Untuk beberapa alasan, aku menggangguk.

 

Hey, apa yang kau lakukan? Bodoh. Untuk Apa-apaan anggukan itu, apakah karena suasana aneh ini? Oh iya, omong-omong, diriku yang dulu sama sekali tidak bisa menolak.

 

“Oke, aku mengerti. Aku akan melakukannya sekarang, Fio.”

“ …. ”

Aku tidak tahu lagi apa yang sedang ku pikirkan. Wajahnya mendekat. Secara alami aku menutup mataku. Kemudian…

──Bibirku dicium olehnya. Aku tidak memasukkan lidahku, tapi tertarik untuk beberapa saat. Air liur mengalir keluar, dan leherku terasa basah.

Kalau diingat, kemarin tak ada ciuman. Apakah itu artinya ini adalah ciuman pertamaku?

Sambil dia memelukku, aku memikirkan hal tersebut.

Yaampun, aku tidak mengerti lagi apa yang diinginkan pria ini.

 

Ketika aku Kembali sadar, diriku sudah telanjang. Aku tidak ingat kapan aku ditelanjangi.

Ketika aku menyadarinya, tubuhku terasa panas dan wajahku merah padam. Malam pertama serasa seperti sebuah kebohongan, karena terasa sangat nikmat (TN: wait, tunggu dulu. Aku kira Fio kesakitan? Atau ini merujuk ke si Alto yang kenikmatan?). Kukira dia adalah si tidak peka sialan, ternyata dia bukan seorang perjaka. Dia terlalu hebat dalam hal ini. Dasar sialan, berpura-pura tidak tertarik pada Wanita, tapi ternyata diam-diam sudah pernah melakukannya.

── Pahaku bergetar dengan sangat hebat.

...Ah, sekarang aku mengeluarkan suara yang sangat indah. Ini pertama kalinya aku mendengar diriku sendiri seperti ini.

Apa-apaan ini, aku tidak bisa berpikir apapun. Aku bahkan tidak tahu apa yang sudah dan sedang terjadi sekarang. Aku hanya bisa mengerti kalau badanku menggeliat kesana kemari seolah bukan diriku. Postur dan wajah seperti apa yang sedang aku buat. Dan pemandangan seperti apa yang sedang aku tunjukkan padanya.

Ah, pandanganku mulai memudar, dan dengan kenikmatan yang luar biasa, punggungku melompat dengan hebat dan kesadaranku hilang saat itu juga.

 

 

….matahari pagi mulai terbit. Tidur dan cahaya matahari bercampur kedalam ruangan penginapan murah menghasilkan pagi yang nyaman.

“…Ha, apa! Ternyata itu hanya sebuah mimpi kotor.”

Seperti biasa, aku terbangun dengan segar. Hal ini adalah salah satu kebangganku bisa tidur dengan nyenyak. Meski begitu, aku mendapatkan mimpi yang sangat buruk. Aneh mimpi tersebut terasa sangat nyata, yang benar saja. Pikiranku terasa sangat panas. Aku bertanya-tanya, apa aku masuk angin dan terkena demam. Waktunya memeriksa tubuhku. Aku harus menyembuhkkan diriku jika terkena demam.

 

Mozle. (TN: semacam benda yang tertarik oleh anjing. Gitu sih yang dijelasin di 犬ぞり - Wikipedia.)

 

Sesuatu yang Hangat menekanku dan mneggerakkanku. Apa ini? Apa aku membawa masuk seekor anjing liar?

 

─ ─ ─ ─Tidak, bukan begitu. Aku sedang dipeluk oleh seseorang.

 

・・・PLAK

 

Di suatu pagi yang nyaman, teriakan seorang gadis dan sebuah suara ledakan bergema.

Aku terbangun, Aku dalam kondisi yang sangat kebingungan, aku mencoba menghajar pria yang ingin memelukku tanpa sehelai benangpun dengan sekuat tenaga.

Semua orang yang berada di penginapan kecil dan kotor tersebut mengerti apa yang terjadi kemarin malam dengan teriakan dan tangisan si gadis.

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagaiman dengan hasil translasiku sekarang? Apakah sudah lebih enak dibaca? Hehe. Translaai ini sudah aku cek berkali-kali.

Ditunggu ya next updatenya, mungkin 2 hari lagi. Karna sekarang aku mulai berpindah menerjemahkan bahsa jepangnya langsung, jadi estimasi kecepatan pengerjaanku berkurang cukup signifikan… kalau bisa besok sih.

Komentar

  1. Nah di sini kurang paham nih.. Waktu baca mtl versi jp nya bingung banget sampe berkali-kali bolak balik baca dan dapet kesimpulan mereka beneran ekhm..

    Oh ya btw seneng banget liat ni pj masih aktif.. bener-bener makasih banyak udah up lagi..

    Sukses buat pendaftaran-nya bre/min/gan✌️(*´ω`*)..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel TS Reincarnated as the Sub Heroine Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 3 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 8 bagian R-18 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 2 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 5 Bahasa Indonesia