TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 8 bagian R-18 Bahasa Indonesia
TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 8 bagian R-18 Bahasa Indonesia
Menjadi Liar bagian R-18
Peringatan: Konten yang akan kalian baca berisi beberapa adegan kekerasan. Untuk yang tidak terbasa, lebih baik skip saja.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Meta predatornya menatap bawah kearahku.
Binatang buas itu masih belum bergerak. Alto melihat kearahku, aku merasa sangat malu, seolah-olah kewanitaanku sedang dijilat. Meski aku masih bisa menahannya. Dia membawa wajahnya ke arah selangkangan. Aku secara reflek menutup kaki, tetapi dengan mudahnya kakiku dibuka. Ada perbedaan yang sangat besar dalam kekuatan otot. Mengekspos kemaluanku, membiarkan dia bermain-main dengannya.
Dia mulai menikmatiku dengan lidahnya. Sejauh ini aku sama sekali tidak merasa tidak nyaman. Yang kutakutkan hanyalah tentang apa yang akan terjadi nanti, dan rasa malu/canggung karna bendanya ada di selangkanganku.
Tak lama, acara utamanya dimulai. Air liur dan sejenisnya melapisi vaginaku. Pinggangku dipegang olehnya dan menahanku disana, aku sama sekali tidak bisa bergerak seolah-olah dipegang oleh sebuah mesin. Kemudian aku merasakan sesuatu disekitar alat kelaminku, sebaris dengannya.
Aww, uuuu. Sesuatu baru saja robek. Punggungku terangkat karena rasa sakit. Dia menahanku di tempat bersamaan dengan aku merasakannya mendorong, sampai merobek selaput daraku. Akhirnya mulai bergerak.
Namun bukan Alto yang bergerak. Akulah yang satu-satunya bergerak naik turun menggeliat karena rasa sakit.
Dia memelukku kemudian mengubah posisi kami. Alto tetap memeluk sambil menurunkankan pinggangku. Dia terus menggerakkanku beberapa kali. Pria ini mulai menggerakkan barangnya, secara bertahap mengangkat dan menurunkanku. Gerakan itu mulai menyebabkan bengkak dan keteganganku meningkat. Dia menatapku tanpa emosi seolah aku adalah alat masturbasi yang dipakai dengan naik turun.
Ini adalah penghinaan!!
Setidaknya aku ingin diperlakukan sebagai seorang gadis. Aku bahkan tidak pernah mendengar ada pelukan seperti ini. Menyentuh bagian terdalam vaginaku, aku hanya digunakan olehnya. Meskipun dia telah menghancurkan keperawananku, rasanya aku ingin menangis, dia terus-menerus mengayunkanku keatas dan kebawah tanpa emosi.
“. . . . . .Guu”
Tiba-tiba aku digendong dan didorong kearah tembok. Untungnya aku bisa menaruh tanganku di tembok sebelum mengenai wajahku. Apa yang kurasakan? Aku sedikit bergerak untuk mendorongnya menjauh.
Kemudian aku merasakan sesuatu di dalam diriku.
“. . . . . U,fuu.”
Nafas lega keluar dari mulutnya. Dan dengan kasar menarik keluar dari vaginaku.
. . . . . Tampaknya sudah berakhir. Ini adalah pengalaman pertama yang sangat buruk. Karena dia hanya memeluk dan menggunakanku. Kurasa aku bisa membuat cerita sarkas dari ini.
Ah, aku tidak boleh lupa menggunakan kontrasepsi keseimbangan hormon untuk menghindari kehamilan.
“. . . . Fio. Buka kakimu.”
“. . . . Huh?”
Guu, Sekali lagi kelaminku dibuka. Sperma pria ini menetas keluar dari dalam diriku.
Tidak kusangka ini hanyalah pemanasannya. Siapa yang tau?
“Baiklah, sekarang mari kita mulai Fio. Kelicinan ini akan meningkatkannya sedikit.”
“. . . .Apa kau bercanda?”
Kemudian Kekejamannya berlanjut. Rasanya sama sekali tidak mengenakkan, meski begitu tetap tidak menghentikan kekerasannya.
Aku menangis tanpa henti, bersamaan dengan adegan yang menjadi lebih Intense. Aku terus berteriak sampai suaraku rusak. Sebelum aku menyadarinya, aku sudah tidak merasakan sakit lagi.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
. . . .Ah, sekarang pagi hari? Huh, kenapa aku ada di sini? Kalau tidak salah kemarin. . .!!!”
Terdengar ebuah suara pekikan serangga disekitar bersamaan dengan terbitnya matahari. Seorang pria terbangun, dan mendapati ada seorang gadis tidur disebelahnya, menyadari ada darah disekitar wajahnya. (TN: Gak tau ini bener apa gak ngartiin kalimat pertamanya, gak terlalu paham. Mungkin semacam suara jangkrik gitu kali ya.)
“. . . .Oi, apa kau masih hidup? Apa kau baik-baik saja, Fio?”
Gadis itu dalam kondisi seperti orang mati, tidak bergerak sedikitpun. Kulitnya mengering, dan ada beberapa bercak darah di daerah kemaluan dan bokongnya.
“. . . .Apakah pagi telah tiba?”
Suaraku mengerang dengan parau.
“Fio, aku benar-benar minta maaf. Tentang kemarin malam. . .”
“Tidak ada yang terjadi.”
“Tidak, itu. Kemarin benar-benar buruk. . .”
“Tidak ada yang terjadi. Bukankah kau setuju?”
“. . . . Begitukah.”
Dia tak bisa mengangkat bokongnya. Itu masih gemetaran karena penyiksaan yang dialaminya kemarin.
Membutuhkan beberapa jam sampai si pria canggung dan gadis dengan mata yang tampak mati meninggalkan gubuk.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa yang sebenarnya sedang aku terjemahkan... *mata mati
Sialan, ini membuat tubuhku panas
Omong-omong, pengalaman pertama mcnya cukup gelap. Gabisa lupa seumur hidup itu.
. . .Dan terimakasih kepada chapter ini, aku bisa belajar banyak kosa kata baru. Walau kesucianku harus dikorbankan. . .
Kembali ke chapter utama(Chapter 8) | TOC | Chapter selanjutnya
Aaaaaaaaaaaaaaaa 😍
BalasHapusHati ku, aku lemah dengan yang seperti ini
I'm melt(。□°)..
BalasHapus