TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 3 Bahasa Indonesia

 

  TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 3

Kembali di pagi hari!

Catatan penulis: Chapter selanjutnya adalah perkenalan 4 anggota harem yang lain

________________________________________________

Setelah beberapa saat kita telah dikelilingi oleh lampu dan kesibukan jalan. Meskipun tempat ini tidak seterang kehidupan malam di Jepang. Jalanannya terdapat lampu neon berawarna yang ditenagai oleh sihir. Disana terdapat papan terang bertuliskan “Bright Street Night”(TN: Sengaja pakai englishnya)

 

Kami menyusuri jalan diterangi cahaya yang meragukan. Si gadis baru dengan rambut keriting berawarna merah berada ditengah antara kami sambil melingkari tiap lengan dari kami. Setelah kami bertiga makan sederhana di salah satu toko. Birdie dengan terampil bernegosiasi dan berhasil mendapatkan penginapan dengan harga murah di tengah kota.

 

Penginapannya memiliki kasur yang keras di dalamnya, dan hanya ada sebuah pemandian umum. Birdie mengatakan bahwa instalasinya sangat bagus.

 

Disana terdapat reruntuhan batu yang sedang dalam perbaikan, dan juga pintu berlubang. Kami membuka pintu dan mendapati sebuah kejutan. . . . Dalam hal yang buruk.

 

“Woooah. . . .”

 

Diantara lengaku dan Birdie, Palme-chan tersenyum ceria. Mata cantiknya melihat ke kanan dan ke kiri. Yah, itu masuk akal ketika kau masuk kedalam suatu ruangan dan melihat sebuah bangku kayu berbentuk segitiga tepat di depan mu. Aku kira itu adalah Instalasi yang baru saja Birdie katakan.

 

“Birdie, apakah kau selalu memiliki hobi semacam ini?”

“Tidak, tidak, aku bertanya-tanya apakah ruangan ini adalah sebuah lelucon? Aku berkata pada mereka untuk memberi ruangan sesuai mood.”

“Aah, begitu ya.”

Jadi kami menyewa ruanga lelucon? Nah, kurang lebih tampaknya begitu. Bagaimanapun hal ini akan menjatuhkan Palme-chan.

 

“Palme-chan, pernahkah kau melakukan sesuatu semacam ini?”

“Uh, ini adalah pertama kalinya bagiku.”

“Pertama kali, apa itu artinya ini adalah yang pertama bagimu melakukan sex?”

“Ah, bukan. Maaf, pengalaman pertamaku adalah ketika aku didorong oleh adik laki-laki sahabat baikku. Dia terlalu imut. . .”

“Dia lebih berbahaya dari kelihatannya.”

 

Gadis ini, aku kira dia sangat biasa, tapi ternyata memiki kualitas yang tidak terlihat. Aku penasaran apakah hal itu diperlukan untuk bekerja di distrik lampu merah . . Aku juga penasaran situasi dengan teman terbaikknya apakah berakhir dengan canggung.

 

“N-n-nah! Aku ingin mencoba senjata rahasiaku disini. . .Palme-chan, pernahkah kau mendengar “Obat peningkatan”?”

“Eh. . .? bukankah itu obat doping yang biasa digunakan para pejuang? Itu adalah peningkatan kemampuan sementara.” (TN: Sedikit info, Obat doping itu semacam narkoba. Biasanya dipakai para atlet untuk peningkatan performa. Tapi sekarang sudah dilarang)

“Ya, itu adalah obat yang biasanya kami gunakan ketika berada dalam pertempuran. Bagaimanapun ada batasan dalam penggunaannya. Kau hanya boleh meminumnya sekali dalam satu hari. Apakah kau mengerti apa yang ku bicarakan?”

“Tidak, aku tidak begitu mengerti.”

“Obat ini memiliki efek samping yaitu meningkatnya gairah seksual. Hanya dengan satu botol kau tidak akan bisa tidur selama satu malam. Dengan 2 botol, kau akan menerjang wanita yang ada tepat di depan matamu.”

“Oi, Birdie. Apa yang kau pikirkan?”

“Hey, Palme-chan?  Mau mencobanya sekarang?”

 

Aku tidak pernah menduga inilah rencananya!

 

“Kau idiot! Afrosidiak dilarang disini!” (TN:Afrosidiak = Obat perangsang)

“Tentunya afrosidiak dilarang disini. T-e-t-a-p-i ini adalah potion penyembuh. Dan jika ini hanya satu botol maka takkan ada ancaman kesehatan.”

“Tapi itu digunakan seperti afrosidiak! Jika penggunaan ini sampai keluar dapat menyebabkan semua wanita dalam bahaya. Beberapa Onii-san mengerikan mungkin akan datang keluar dan masuk. Juga, jika semacam cerita sampai tersebar keluar, semua anggota party akan dihukum mati.”

 

Bahkan meski pria ini membayar para gadis, ini tetaplah tidak baik. Pada dasarnya, jika salah satu anggota party pahlawan ketahuan menyuap seseorang. Pendapatan kami dari Ibu Kota akan lebih dikurangi lagi.

 

“Tidak, ini baik-baik saja? Ini tak masalah jika bukan afrosidiak!”

“Palme-chan!?”

 

Bagaimanapun, jika orang dalam pertanyaan, Palme-chan berperilaku seolah tidak ada yang terjadi.

 

“Apakah obatnya aman jika dia gunakan? Ketika pria ini(Birdie) menggunakannya terakhir kali, dia berakhir pergi dengan 3 atau 4 orang di sex industri dan makan tanpa henti.”

“Ufufu, bagaimanpun aku tahu kalau obat itu dilarang disini, tapi aku lebih suka intense. Jadi kalau begitu, ayo kita minum! “

“Whoa! Gadis ini adalah jackpot, Fio! Kejujuran dirinya adalah favoritku.”

“Uh. . . .  Yang benar saja? Apakah ini tidak apa? Kau mungkin akan kehilangan kewarasanmu?”

“Aku datang!!!”(WATASHI GA KITAwkwk)

“”Waaaah””

 

Malam itu mungkin menjadi malam terbaik dalam hidupku.

 

 

 

~

 

 

“Nnn, aku ketiduran. . . .”

 

Aku terbangun diatas kuda berbentuk segitiga yang terasa sedikit lembab.

 

“Ah, terima kasih banyak untuk pertemuan kemarinMeski sangat disayangkan, aku harus pergi sekarang dan mengganti pakaianku karena ada beberapa urusan hari ini. Jika kau bertemu denganku lagi, tolong sapa aku!”

 

Mentari pagi masuk ke dalam kamar, menerangi figur Palme-chan. Dia tersenyum dan mengambil bayaran serta nominasi yang kita tinggalkan di meja.(TN: aku gak ngerti, ini nominasi makudnya apaan dah? Di TL englishnya bilang “nomination” aja gitu)

 

Meskipun kami tidak benar-benar membalas. Kami berdua tidak bergerak, wajah Birdie mengarah kebawah tampak seperti orang mati. Bahkan tidak ada kedutan.

 

“. . . Sangat capek. . .”

“Untuk memiliki lebih banyak ketahan dari diriku yang seorang prajurit, wanita ini. . . . Bagaiamana bisa hanya Palme-chan yang bergerak?. . .”

 

Kemarin, Palme-chan meminum upper potion, kemudian meminta tubuh kami. Pada awalnya hanyalah senyuman, tapi perlahan-lahan aku mulai menyadari yang sebenarnya.

 

Palme-chan tidak pernah lelah. Faktanya itu malah kebalikan, tuntutannya meningkat, permainannya mulai berubah menjadi kekerasan. Aku tidak dalam kondisi fisik yang baik. Aku tidak bisa tidur lebih dari dua jam, tiada ampun.

 

Setiap kali aku tertidur, Aku langsung terbangun dan sekali lagi tubuh kecilku dengan mata darah digunakan oleh Palme-chan sepenuh hatinya. Tampaknya dia datang padaku karna Birdie telah sepenuhnya kelelahan. Sekali lagi stamina dan tidurku yang berhargga dimakan oleh Palme-chan. Hal itu terus berlanjut sampai aku pingsan lagi.

 

Jiwa Birdie telah hilang, dia sepenuhnya kosong! Dia mengangkanginya tanpa ampun dan membuatnya kering. Mungkin tidak menjadi pria dalam situasi ini cukup bagus. Fokus utama Palme-chan adalah Birdie. Sudah kuduga, dia lebih memilih pria.

 

Sepanjang malam aku mulai memahami. Gadis ini bukan hanya perayu. Tapi juga seorang iblis.

 

Dia dengan lembut menyeka tubuhnya dan mulai berpakaian. Aku tidak bisa melihatnya pergi jadi aku hanya melambaikan tanganku kearahnya. Namun dia pikir aku memintanya memegang tanganku dan menggendongku di punggungnya. Berhenti, aku tidak bermaksud seperti itu!

 

. . . . . . .Aku bahkan tidak pernah menduga apa yang akan dia ucapkan selanjutnya.

 

“Ah, Fio-senpai. Apa kau ingin aku menemanimu? Senpai benar-benar cantik, mudah diajak bicara , kau pastinya milik agensi! Aku akan membawamu kesana-”

“. . . . Huh?”

 

Aku punya hubungan dengan agensi?. . . . dan Fio-senpai?

 

“Pertama, kita akan menuju Rumah bordir terdekat. Kemudian mari basuh tubuhmu. Birdie-san terimakasih untuk nominasimu.”

 

“Tung-. . . Aku adalah seorang lady!?. . .”(pasti tau maksudnya lah ya, emang sengaja gak aku translate biar enak penyebutannya)

 

Apa, Gadis ini berpikir aku bukanlah pembeli dan sebenarnya berada dalam bisnis yang sama!? Tentunya, pelanggan Pria-wanita tidak sering menunjungi bagian dari kota ini. 

“Kemarin sangat menyenangkan~. Aku tidak pernah bergoyang dengan sangat cepat! Senpai, aku pasti akan bekerja denganmu lagi.”

“Tunggu. . . . Tunggu. . . .”

 

Aku telah ditaklukkan oleh Palme-chan dan digendong di punggunya. Parfurmnya kuat dengan diriku yang digendong menuju penginapan Ladies of the night sambil melewati para ladies. Aku tidak bisa meninggikan suara kelelahanku. Dan karna tidak tidur semalaman dan sedang digendong oleh Palme-chan yang bersemangat, aku hanya bisa menggerutu di tubuhnya. Aku tidak bertenaga. Benar-benar tidak tertolong. (TN: R.I.P Fio-chan.)

 

 

 

 

 

 

“Itu sakit. . . Tubuh bagian bawah dan punggungku sakit, Tehnik macam apa yang Palme-chan gunakan. . .”

 

Sambil menggosok punggungku, aku menyusuri jalan yang sepi meskipun sekarang sudah siang. Aku akhirnya pulang ke Rumah.

 

Setelah diculik oleh Palme-chan aku dibawa ke Rumah bordir. Aku perlu menjelaskan dengan serius bahwa aku adalah pengunjung. Karena penunjung/pembeli tidak bisa melihat penginapan dan lokasinya akan menghancurkan image mereka, terjadi sedikit kepanikan dan aku segera dibungkus dengan selimut kemudian dibawa(Diisolasi) menuju ruang tamu/pembeli. Dimana mereka meminta maaf sebesar-besarnya. Ada juga onii-san yang sedang memuat masuk tanpa berbicara apapun.

 

Nominasi dan biaya yang kami berikan pada Palme-chan telah dikembalikan sepenuhnya sebagai permintaan maaf, tetapi aku tolak. Sebagai gantinya aku diberi tiket gratis untuk salah satu gadis di agensi. Aku tidak ingin membawa pergi Nominasi dan bayaran Palme-chan, karena sebagai wajah baru, hal itu akan memberi stres padanya karna telah diambil.

 

Berbicara soal Palme-chan, atasannya memberi dia ceramah… tapi tidak tampak seperti itu. Wajahnya memerah, dan meskipun dia telah membuat mereka marah, dia jelas tampak bahagia. Dia tak terduga 

Bebagai macam hal terjadi hingga akhirnya aku dibebaskan dan ditemani oleh onii-san yang menyeramkan. Dengan begitu, aku menuju hotel dimana party dan temanku menginap.

 

 

~

 

 

“Se-la-mat da-ta-ng kem-ba-li? Fio?”

 

Pada pintu masuk, disana terdapat seonggok daging di ujung jalan, dan disebelahnya adalah Root yang tersenyum sambi menyilangkan lengan.

 

. . . . . Aku mengerti.

 

“Hey,Fio. Kemana kau pergi kemarin? Kenapa kau pulang kerumah di waktu sekarang?”

“. . . K-kemarin, a-aku sebenarnya pergi mencari Raja Iblis seorang diri dan menemukan seseorang yang mirip. Jadi kau bisa memujiku sekarang,Root.”

 

Sialnya alasanku tidak diterima oleh Root. Jumlah onggok daging yang berada diujung bertambah satu

_______________________________

TN: entah kenapa yang satu ini rasanya lebih panjang dari 2 chapter sebelumny 0_0

 

Chapter sebelumnya | TOC | Chapter selanjutnya

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel TS Reincarnated as the Sub Heroine Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 8 bagian R-18 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 2 Bahasa Indonesia

TS Reincarnated as the Sub Heroine Chapter 5 Bahasa Indonesia